Minggu, 25 Oktober 2009

Bisnis Media Cetak Terancam?

Media massa memiliki berbagai macam bentuk, mulai dari media cetak, media online, televisi dan radio. Media massa ini berusaha bersaing untuk menjadi yang paling baik.Berbagai cara di lakukan untuk memperluas atau menguasai pasar. Perkembangan taknologi masa kini membuat media massa berlomba – lomba untuk menyajikan informasi paling aktual yang terjadi dalam masyarakat.

Media cetak sebagai salah satu media massa yang paling lama hadir di dunia sebelum media massa yang lain tumbuh dan berkembang paling merasakan dampak dari persaingan media massa yang ada saat ini. Seperti kita ketahui, media cetak memiliki banyak kelebihan dan kekurangan. Kelebihannya seperti beritanya dapat bertahan lama, dapat di nikmati oleh kalangan mana saja yang bisa membaca, dan mempunyai massa atau pelanggan yang selalu setia. Kekurangannya antara lain media cetak hanya mampu terbit sekali atau dua kali dalam sehari, berita yang di sajikan kurang aktual karena masyarakat sudah terlebih dahulu mengetahuinya dari televisi, radio atau internet dan media cetak di anggap mempengaruhi pemanasan global karena menggunakan kertas dan tinta.

Hal inilah yang menyebabkan banyak media cetak yang tidak tahan diterpa badai globalisasi dan industrialisasi yang menerpa mereka. Saat ini banyak media cetak yang bangkrut. Berbagai persolan yang meliliti mereka sehinnga mereka tidak mampu lagi bertahan. Semestinya persoalan – persoalan di atas harus di sikapi dengan cermat oleh media cetak. Media cetak harus lebih pandai lagi dalam mengatasi persoalan yang di hadapi. Banyak cara yang harus dilakukan agar media cetak dapat bertahan, mulai dari perbaikan di tingkat manajemen sampai kepada wartawan di lapangan.

Media cetak harus mampu mempertahankan konsistensi sebagai pelayan publik (public servant) dan kontrol sosial dalam kehidupan bermasyarakat. Saya yakin media cetak saat ini tinggal memperbaiki cara penulisan berita dan kualitas berita serta dengan manajemen media yang lebih bagus lagi maka maka media cetak akan mampu bersaing dengan media massa yang lainnya. Hal ini di mulai dari perbaikan sumber daya manusia (SDM).

Di Amerika serikat, bangkrutnya media cetak di karenakan muncul versi online alias versi internet, pada hal versi internet di bangun untuk mendukung versi cetak. Ibarat senjata makan tuan, media cetak terkikis versi internetnya sendiri. Agar tidak terjebak dalam kasus yang sama media cetak di harapkan lebih belajar untuk mengakalinya.

Misalnya, mencantumkan kode di suratkabar yang bisa digunakan pembaca untuk mengakses informasi tambahan di Internet. Total jumlah pembaca suratkabar bakal menjadi makin besar karena ditambah pengakses versi Internetnya. Jumlah pembaca yang besar ini akan lebih menarik bagi para pengiklan. Dengan begitu, media cetak bisa mempertahankan atau menaikkan pendapatan iklannya sehingga dapat mengkompensasikan penurunan pendapatan dari sirkulasi.